Showing posts with label Renungan Harian. Show all posts
Showing posts with label Renungan Harian. Show all posts

Monday, November 22, 2010

Yeremia 29:11

Berjalan Dalam Rencana Tuhan

Ayat bacaan: Yeremia 29:11
====================
"Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan."

berjalan dalam rencana TuhanDua anjing, dua sifat yang bertolak belakang. Saya selalu merasa lucu melihat keduanya. Yang satu begitu penakut. Jika hujan turun ia pun akan bersembunyi dikolong meja dan takut untuk keluar. Bukan air yang ia takutkan, tetapi bunyi guruh atau kilat. Dia memang sensitif terhadap bunyi-bunyian yang keras. Jika bunyi guruh saja takut, apalagi petasan. Setiap menjelang perayaan hari besar kami pun repot karenanya. Sementara anjing yang satu lagi justru sebaliknya. Tidak sedikitpun punya rasa takut. Pintu terbuka sedikit ia akan segera lari keluar. Dia tidak menyadari sama sekali bahwa berbagai bahaya mengintainya apabila ia berada diluar pengawasan. Kedua sifat ini bertolak belakang, tetapi keduanya tidak baik. Yang satu ketakutan berlebihan, yang satu berani berlebihan. Apa yang baik adalah berada ditengah-tengah. Tidak takut tetapi tidak pula nekad. Tetapi ingatlah bahwa itu hanya bisa kita lakukan dengan nyaman jika kita mengetahui rencana Tuhan dalam hidup kita.

Ada banyak orang yang belum mengetahui apa yang menjadi rencana Tuhan dalam hidup mereka. Akibatnya kerap mereka melakukan keputusan-keputusan yang keliru, tergesa-gesa dalam melangkah dan akibatnya merugikan. Di sisi lain ada banyak pula yang tidak kunjung berani mengambil keputusan apapun karena selalu dicekam rasa takut. Mengetahui rencana Tuhan akan membuat kita bisa melangkah dengan berani dan penuh keyakinan selama disertai dengan iman yang teguh.

Apa yang direncanakan Tuhan pada kita? Segala sesuatu yang indah, penuh harapan. Lihatlah ayat berikut ini berbicara sangat jelas akan hal tersebut. "Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan." (Yeremia 29:11) Lihatlah apa yang disediakan Tuhan sesungguhnya begitu luar biasa indahnya. It even contains a promise of better future. Betapa sayangnya apabila kita melewatkan rancangan yang terbaik ini dalam perjalanan hidup kita.

Bagaimana agar kita bisa mengetahui rancangan Tuhan terhadap kita? Mari kita lihat ayat selanjutnya. "Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu." (ay 12). Berdoalah, dan mintalah kepada Tuhan untuk menunjukkan apa yang menjadi rencanaNya bagi kita. Tuhan akan selalu mendengarkan kita, itu janji Tuhan. Lalu selanjutnya "apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati, Aku akan memberi kamu menemukan Aku, demikianlah firman TUHAN." (ay 13-14a). Tuhan tidak pernah mau menjauhkan diri dari kita. Dia akan selalu terbuka untuk ditemui, kapan saja, dimana saja. Apa yang bisa membuat Tuhan memalingkan muka dari kita adalah kejahatan dan dosa-dosa yang kita lakukan. (Yesaya 59:2). Jika kita sudah membereskan semua ganjalan itu maka Tuhan pun akan kembali bisa kita temukan. Kita bisa setiap saat bertanya kepadaNya apa yang menjadi rencanaNya bagi kita, apa yang harus kita lakukan, dan meminta hikmat untuk menerangi akal pikiran kita untuk bisa mengetahui rancanganNya.

Selanjutnya mari kita lihat ayat berikut ini: "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah." (Roma 8:28) Allah akan selalu turut bekerja dalam segala sesuatu yang mendatangkan kebaikan bagi kita, orang-orang yang mengasihi Dia, yang berjalan sesuai dengan rencana Allah. Itu sebuah janji akan penyertaanNya dalam penggenapan rencana Tuhan dalam hidup kita. Ketika kita sudah mengetahui apa yang menjadi rencanaNya, kita bisa melakukan yang terbaik untuk itu, dan selalu mempersembahkan ucapan syukur kita. Disanalah kita tidak lagi perlu takut menghadapi rintangan apapun. Mengapa harus takut? Bukankah kita seturut rencanaNya dan berjalan melintasi itu bersama dengan Tuhan? Dan disanalah kita akan mengalami hal-hal yang luar biasa yang telah Dia sediakan sejak semula. We can experience the impossible, we can have the unthinkable, simply because we are walking as He has planned. We can go boldly with Him without fear no matter what lies ahead.

Kepada setiap anak-anakNya Tuhan sudah menyediakan rancangan damai sejahtera yang sangat indah lengkap dengan hari depan yang penuh harapan. Adalah penting bagi kita untuk menangkap apa yang menjadi rencanaNya, dan berjalanlah di dalamnya. Tuailah semua yang dirancangkan Tuhan pada diri anda dan jadilah orang yang sukses. Menjadi kepala dan bukan ekor, tetap naik dan bukan turun. (Ulangan 28:13). Ketika anda melakukan hal ini, anda akan mengalami kemenangan demi kemenangan, bahkan yang tidak terpikirkan sebelumnya oleh anda sekalipun. Apapun yang menjadi bagian anda, lakukanlah dengan sungguh-sungguh. Anda tidak akan perlu diliputi rasa takut lagi meski ketika berhadapan dengan kesulitan sebesar apapun. Sudahkah anda menemukan rencanaNya dalam hidup anda? Find His will, and walk with Him towards it.

Menemukan rencana Tuhan dan berjalan seturut itu akan membuat kita mampu berjalan tanpa rasa takut.

Credit to: http://renungan-harian-online.blogspot.com/

Friday, August 28, 2009

We Are Created For A Cause

Begini firman Tuhan: "Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan." (Yeremia 29:11).

We are created for a cause.

Tuhan bisa memakai seseorang yang tidak disangka-sangka, melampaui akal budi kita untuk melakukan sesuatu untuk menyelamatkan dan menyertai anak-anakNya. Demikian Tuhan menciptakan kita semua, pada tempat dan waktu masing-masing, demikian pula ketika kita saat ini ditempatkan di berbagai belahan bumi yang berbeda. Bukan kebetulan, bukan tanpa tujuan. Tuhan meletakkan kita di sebuah generasi tertentu, dan menempatkan kita di sebuah tempat tertentu, pada waktu tertentu sesuai dengan rencanaNya bagi hidup kita. Apa yang Dia rencanakan adalah sesuatu yang indah bagi kita.

Life is never a mistake nor is a coincidence.
Anda begitu berharga di mata Tuhan, dan Tuhan sungguh mengasihi Anda. Semua ada dalam rencana Tuhan yang menjanjikan segala sesuatu yang indah penuh harapan. Tuhan memanggil kita masing-masing untuk menjadi anak-anakNya yang mencerminkan diriNya dimanapun kita berada. Apakah di sekolah, pekerjaan, keluarga, lingkungan dan sebagainya, dimanapun kita ditempatkan, kita harus siap untuk menjadi berkat bagi mereka, dimana nama Tuhan dipermuliakan.

Tidak satupun rencanaNya yang akan gagal. Maka ikutilah rencanaNya, meski mungkin pada saat-saat tertentu tampaknya berat. Namun pada akhirnya, yang dijanjikan Tuhan adalah rancangan damai sejahtera yang memberikan hari depan penuh harapan. Kerananya, berdirilah tegak, bersyukurlah sebagai ciptaan yang ajaib dan dahsyat, dan hiduplah menjadi terang dan garam pada masa dan tempat dimana anda ditempatkan saat ini.

Tuhan memberkati!!

Tuesday, July 14, 2009

Jadilah Seperti Ruth

Karakter Terhormat

Ayat bacaan: Rut 3:11

=================
"Oleh sebab itu, anakku, janganlah takut; segala yang kaukatakan itu akan kulakukan kepadamu; sebab setiap orang dalam kota kami tahu, bahwa engkau seorang perempuan baik-baik."


karakter terhormat, rut, boasGajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang. Itulah kata sebuah pepatah yang mungkin sudah jarang diingat orang hari ini. Ada yang melanjutkan pepatah itu dengan "manusia mati meninggalkan nama". Seperti apa kita saat ini dan terutama nantinya dikenang orang? Apakah kita dikenal dengan kebaikan kita, kerendahan hati, keramahan, atau kita dikenal sebagai orang yang sombong, egois dan sebagainya. Apakah kekayaan membuat kita semakin mengasihi Tuhan dan sesama, atau malah menjauhkan kita dariNya? Apakah segala berkat yang kita dapatkan sudah kita pakai untuk memberkati orang lain atau hanya ditimbun dan ditumpuk untuk kekayaan diri sendiri? Semua itu menentukan apakah kita tercatat dengan tinta emas baik di mata sesama kita manusia dan tentunya Tuhan. Gelar, status dan harta kekayaan kita saat ini tidak serta merta menjamin kita menjadi seseorang yang terhormat dan dikenang orang dari masa ke masa. Bahkan tidak berarti dengan itu semua kita menjadi orang-orang yang dikenal Tuhan secara pribadi. Rasanya tidak ada orang yang tidak ingin menjadi sosok berkarakter terhormat yang masih diingat orang bahkan jauh setelah kita tidak lagi ada di dunia ini. Hari ini mari kita melihat sisi seorang wanita dengan karakter terhormat, Rut.


Rut terlahir sebagai wanita bangsa Moab, sebuah bangsa yang jauh dari Tuhan dan menyembah berhala. Pernikahannya dengan anak Naomi membawanya untuk mengenal sosok Tuhan. Ketika bencana terjadi, Rut kehilangan suaminya sehingga hanya ia yang tinggal bersama mertuanya Naomi dan iparnya Orpa. Ketika Naomi memilih untuk pulang ke tanah airnya, Orpa memilih untuk pulang kepada orang tuanya di Moab. Sementara Rut memutuskan untuk tetap setia, baik kepada mertuanya maupun kepada Tuhan yang sekarang ia sembah. "Tetapi kata Rut: "Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku; di mana engkau mati, akupun mati di sana, dan di sanalah aku dikuburkan. Beginilah kiranya TUHAN menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu, jikalau sesuatu apapun memisahkan aku dari engkau, selain dari pada maut!" (Rut 1:16-17).

Hidup di tanah orang lain yang tidak menganggap bangsa Moab sebagai bangsa yang terhormat tanpa modal apa-apa, tanpa kenal siapapun selain mertuanya Naomi. Sementara jika ia memilih untuk pulang, ia bisa mendapatkan kembali hidup tak berkekurangan. Ini tentu sebuah pilihan sulit bagi Rut. Tapi dengan tegas Rut memutuskan untuk mengikuti Naomi. Sekali lagi, Rut memilih untuk setia dan tetap mengasihi mertuanya dan Tuhan yang sekarang ia sembah.

Pilihan seperti ini merupakan sebuah langkah iman. Rut percaya ada rencana Tuhan di depan walaupun ia belum melihatnya. Dan apa yang terjadi sungguh indah. Rut kemudian bertemu dengan Boas. Ternyata karakter Rut bersinar terang di Betlehem. Karakternya yang bersinar dan terhormat tidak saja diakui oleh Boas, namun ternyata diakui oleh semua orang di kota tempat tinggalnya yang baru. Meski dia berasal dari Moab, ternyata karakternya mendatangkan kekaguman dari penduduk disana. Boas pun berkata demikian: "Oleh sebab itu, anakku, janganlah takut; segala yang kaukatakan itu akan kulakukan kepadamu; sebab setiap orang dalam kota kami tahu, bahwa engkau seorang perempuan baik-baik." (Rut 3:11). Dalam versi BIS, karakter Rut disebutkan sebagai "wanita yang baik budi". Pernikahan Rut dan Boas pun terjadi, dan hidupnya dipulihkan secara luar biasa. Langkah iman Rut membawanya pada berkat-berkat Tuhan yang terus mengalir dalam hidupnya. Kita tahu dari keturunan-keturunan Rut dan Boas kemudian lahirlah Daud hingga kemudian Yesus Kristus. Luar biasa.


Latar belakang masa lalu, harta, status dan kehebatan manusia tidaklah cukup kuat untuk membuat kita kepada sebuah karakter terhormat. Rut mendapatkannya dengan kesetiaan kepada Allah. Langkah imannya yang teguh kepada Allah yang belum lama ia kenal membuat dirinya hidup penuh pengharapan, tidak bersungut-sungut, rendah hati dan berbudi pekerti. Dan itu semua membuatnya menjadi sosok wanita terhormat yang diakui oleh orang lain, bahkan berkenan pada Tuhan sehingga lewat dirinyalah Sang Penebus lahir di dunia ini. Hidup ini tidaklah mudah. Setiap saat ada banyak keinginan yang bisa menjerumuskan kita kepada kemerosotan moral hingga berujung pada dosa. Ada begitu banyak penderitaan yang mungkin saat ini belum terlihat jalan keluarnya. Tapi kita diingatkan untuk tidak bersandar pada kekuatan diri sendiri, melainkan bergantunglah pada Allah dengan pengharapan tanpa henti. (2 Korintus 1:8-9).

Mata Tuhan tetap melihat segala yang kita lakukan, dan Dia selalu lebih dari siap untuk melimpahkan berkat kepada siapapun yang selalu taat dengan sungguh-sungguh kepadaNya. "Karena mata TUHAN menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia." (2 Tawarikh 16:9a). Langkah iman yang teguh tidak akan pernah sia-sia. Karena itu kita tidak perlu gemetar dan khawatir menghadapi masa depan, tidak perlu terjebak pada keinginan menimbun harta lewat jalan-jalan yang tidak berkenan di hadapan Tuhan, karena tanpa itu semua pun kita mampu hidup dengan penuh kecukupan, karena Tuhan adalah Allah yang menyediakan. Karakter terhormat akan hadir jika kita mengenal Tuhan dengan baik, percaya kepadaNya dengan sungguh-sungguh, dan hidup dengan iman yang teguh kepadaNya. Terang Tuhan akan terpancar lewat kita jika kita mengijinkanNya hidup di dalam kita, dan kita hidup di dalamNya.

Yesus mengingatkan demikian: "Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari." (Matius 6:33-34). Hal ini telah dilakukan Rut jauh sebelumnya, dan Rut telah membuktikan bahwa janji Tuhan itu bukanlah omong kosong. Lewat kisah Rut hari ini, marilah kita memiliki pribadi dengan karakter terhormat meski mungkin hidup terasa masih sulit hari ini. Percayalah bahwa Tuhan siap menambahkan segalanya kepada kita.


Langkah iman tidak akan pernah sia-sia, karenanya hiduplah selalu sesuai firman Tuhan

Saturday, November 22, 2008

Kita Tidak DibiarkanNya Sendirian

Shalom rakan2 sekalian!

Ini ialah petikan yg saya ambil dan di edit dari Renungan Harian Online. Hati saya terdetik untuk berkongsi hal ini bersama anda supaya kita sama belajar dari sini. Renungan ini menegur kita bahawa Tuhan sama sekali tidak pernah meninggalkan kita walau dalam keadaan apa sekalipun. Just believe!

Mazmur 46:2
"Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti."

kita tidak pernah dibiarkan sendiri, menghadapi permasalahan, pergumulan
Saya yakin Tuhan punya rencana dalam hidup kita. Manusia bisa mengecewakan, tapi Tuhan tidak. Dia selalu hadir menyertai kita dengan kasih setiaNya. Ada ayat yang berbunyi "Haleluya! Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya." Ayat ini tampil beberapa kali pada kitab Mazmur, dan juga beberapa kitab lainnya. Lewat ayat inilah saya yakin bahwa Tuhan sangat mengerti pergumulan kita, Dia sangat peduli, sehingga merasa perlu untuk mengingatkan kita beberapa kali pula untuk tetap bersyukur dalam segala situasi. Satu hal yang pasti, kita tidak pernah sendiri dibiarkanNya sendirian. Yesus selalu beserta kita. Betapa indahnya janji Yesus: "Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." (Mat 28:20)

Berkali-kali pula Dia mengingatkan kita bahwa Dia akan selalu beserta kita ketika berbagai kesulitan dan masalah tengah menerpa hidup kita. "Sebab TUHAN, Dia sendiri akan berjalan di depanmu, Dia sendiri akan menyertai engkau, Dia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau; janganlah takut dan janganlah patah hati." (Ulangan 31:8). Dan lihatlah perkataan Yesus ini. "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu." (Matius 11:28).

Saya mengundang teman-teman sekalian untuk membaca Mazmur 46:1-11, disana ada janji luar biasa Allah ketika kita berada dalam kesesakan. Ada banyak lagi sebenarnya, dan semuanya itu menunjukkan betapa Tuhan mengerti dan siap mengangkat kita dari keadaan paling gelap sekalipun. Dan ingatlah bahwa Tuhan tidak pernah dan tidak akan pernah ingkar janji. Yang jadi pertanyaan bukanlah apakah Tuhan mau atau sanggup membantu kita, tapi sejauh mana kita bisa percaya pada firman Tuhan dan janji-janjiNya. "Dari segala yang baik yang dijanjikan TUHAN kepada kaum Israel, tidak ada yang tidak dipenuhi; semuanya terpenuhi." (Yosua 21:45) Firman Tuhan itu selalu ya dan amin.

Teman-teman yang dikasihi Yesus, terutama anda yang saat ini tengah menghadapi pergumulan hidup, datanglah padaNya malam ini. Berdoalah, ucapkan syukur atas janji setiaNya untuk selalu menyertai kita. Percayalah dengan iman teguh bahwa Tuhan sungguh mengerti dan akan melepaskan anda dari cobaan apapun. Dia selalu rindu akan kehadiran anak-anakNya, bukan hanya untuk berkeluh kesah dan mohon pertolongan, tapi untuk memberikan korban terbaik lewat ucapan syukur. Dia rindu anak-anakNya menyadari sepenuhnya bahwa dalam Tuhan tidak akan pernah ada batas pengharapan, dan tidak akan pernah ada masalah yang tidak terselesaikan. Dalam Dia ada kemenangan! Kami selalu mendoakan saudara agar saudara dikuatkan dan tetap diberi kelegaan dan sukacita berlimpah dalam percobaan terberat sekalipun. Haleluya.

Jangan pernah takut, karena kita tidak akan pernah dibiarkanNya sendirian

Monday, November 10, 2008

Situasi Baru

Perkongsian hati:
Hi friends...sesungguhnya renungan harian hari ini sangat tepat dengan situasi yang saya alami saat ini. Tahun hadapan (Januari 2009) kehidupan saya akan bermula di negeri kelahiran saya sendiri. Permohonan saya untuk berpindah ke Sarawak telah diterima Jumaat yang lalu. Disaat saya mengetahui result ini, perasaan saya bercampur-baur. Pada mulanya saya sangat berdebar-debar menantikan result macam tunggu keputusan SPM pulak...hehehe...Saya sangat gembira tetapi dari perspektif yang lain saya juga merasa sangat sedih.

Gembira: sebab saya akan balik ke negeri kelahiran, dekat dengan keluarga, dekat dengan kampung halaman.
Sedih : meninggalkan rakan-rakan seperjuangan dalam Kristus di Shah Alam yang sudah saya anggap sebagai keluarga sendiri, meninggalkan pelayanan di Gereja Grace, meninggalkan pelayanan X4JC....etc...

Saya terus berdoa dan menanyakan Tuhan jika keputusan ini adalah seperti yang DIA ingini? Saya mendapat kekuatan bahawa inilah rencana Tuhan dalam hidup saya dan suami. Bila diperhatikan semula, keputusan ini tidak terlalu awal kerana jika menurut kehendak saya sendiri sepatutnya saya sudah apply untuk berpindah tahun lepas.

Seperti renungan hari ini, semua ini adalah pekerjaan Tuhan. DIA ada rencana yang lebih indah bagi kami di Sarawak. Tuhan tidak akan pernah meninggalkan kita.. Bukan untuk kesenangan dunia yang saya cari tetapi untuk kemuliaan Tuhan.

Saya minta sokongan doa dari rakan-rakan sekalian...doakan supaya segalanya berjalan dengan baik dan menurut kehendak Tuhan. Saya berdoa supaya semua rakan-rakan diberkati Tuhan dalam perjalanan kehidupan masing-masing. Marilah kita terus menyokong satu sama lain dalam doa. Saya yakin Tuhan akan mendengar doa kita. Percayalah TUHAN ITU BAIK! Amen!!! God bless you all...
**************************************************************************************************
Adapted from Renungan Harian Online:
Yosua 3:4: "...maksudnya supaya kamu mengetahui jalan yang harus kamu tempuh, sebab jalan itu belum pernah kamu lalui dahulu."

situasi baru, suasana asing, Tuhan menuntun jalanDalam hidup ini kita seringkali berhadapan dengan sebuah situasi baru yang belum pernah kita alami sebelumnya. Atau mungkin kita masuk ke sebuah lingkungan baru dimana kita belum pernah datangi, sebuah teritori atau zona yang masih asing bagi kita. Adalah wajar jika terkadang kita merasa was-was jika berada atau menghadapi situasi dan tempat yang masih asing bagi kita. Mari kita lihat apa yang tertulis pada kitab Yosua. Bangsa Israel diberitahukan untuk mengikuti tabut perjanjian dan memperhatikannya baik-baik karena mereka belum pernah melalui jalan itu sebelumnya. (Yosua 3:3-4). Demikian pula kita yang akan terus berhadapan dengan jalan-jalan yang sama sekali baru dan asing bagi kita. Adalah sangat perlu untuk mengikuti Tuhan dengan cermat, mentaatiNya dan peka untuk melihat arah yang ditunjukkanNya, baik ketika hal tersebut mudah untuk dilakukan, tapi juga ketika hal tersebut bukan merupakan hal yang paling menyenangkan untuk dilakukan. Tuhan mempunyai alasan tertentu untuk kebaikan kita dengan caraNya, dan kita bergerak memasuki tujuan dan arah tersebut sesuai kehendak Tuhan. Kita lihat bahwa perjalanan bangsa Israel dipimpin langsung oleh Tuhan. Tabut perjanjian berbicara mengenai keberadaan Allah dan kepemimpinan Allah dalam perjalanan mereka. Betapa bahagianya jika kitapun menyadari bahwa Tuhan selalu berada di dekat kita, memimpin jalan-jalan kita melewati situasi atau suasana baru.

Allah tidak pernah meninggalkan anak-anakNya. Dengar apa kata Tuhan: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."
(Ibrani 13:5). Mazmur pun mengingatkan tentang Tuhan menuntun hidup kita seperti seorang gembala yang baik. "TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya." (Mazmur 23:1-3). Dan ada banyak lagi janji penyertaan Tuhan dalam setiap situasi yang kita hadapi.

Menghadapi berbagai situasi baru dalam pekerjaan mengajar saya, saya selalu merasakan kehadiran Tuhan menuntun saya. Seringkali saya diberikan hikmat untuk mengajarkan ini dan itu, terkadang saya harus mengganti apa yang sudah saya persiapkan dengan apa yang Dia inginkan untuk saya sampaikan, dan saya sudah sering membuktikan bahwa penyertaan Tuhan dan ketaatan saya untuk mengikuti tuntunanNya selalu memberikan yang terbaik, bukan hanya pada saya sebagai pengajar tapi juga bagi siswa-siswa yang saya bimbing. Saya percaya dalam setiap sisi kehidupan pun Tuhan punya rencana dan arah demi kebaikan kita bersama. Jika anda berhadapan dengan situasi baru, suasana atau tempat baru yang mungkin masih asing, berpeganglah pada Tuhan, dan biarkan Tuhan membimbing jalan anda.

Tuhan selalu membimbing anak-anakNya ke arah yang benar

Thursday, October 23, 2008

Mewaspadai Tiga Hal : Keangkuhan

Shalom my friends!
Ini ialah bahagian terakhir dari RHO tentang mewaspadai tiga hal.... saya hanya ingin berkongsi dengan anda semua... semoga kita semua dapat merenungkan dan bersama-sama mendapat berkat daripada-Nya. Be blessed....and God bless you!

Amsal 8:13
"Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat."

keangkuhan, mewaspadai tiga hal, 1 Yohanes 2:15-16Angkuh dalam bahasa Indonesia punya banyak padanan kata seperti sombong, congkak, pongah, takabur dan sebagainya. Semua ini mengarah pada pengertian yang sama, yaitu menghargai diri secara berlebih-lebihan dan memandang orang lain lebih rendah dari diri sendiri. Ketika pagelaran Java Jazz 2008 digelar di bulan Februari lalu, saya berkali-kali bertemu dengan Jean Paul "Bluey" Maunick pentolan Incognito. Saya sangat terkesan, orang setenar dia ternyata punya kerendahan hati yang luar biasa. Dia tidak pernah menolak diajak foto bareng oleh fansnya, selalu tersenyum dan menjawab pertanyaan siapapun dengan sangat ramah. Dia berbaur dan berjalan bebas ditengah kerumunan penonton dengan santai. Ketika saya tanya apakah dia tidak merasa terganggu dengan banyaknya orang yang terus menerus mengajaknya berfoto, dia tersenyum dan menjawab "not at all." Bluey berkata bahwa dia tidaklah berarti apa-apa tanpa penggemarnya. Tidak ada gunanya berkreasi membuat lagu-lagu jika tidak ada yang mendengar. Karena itu dia tidak pernah keberatan untuk temu ramah dengan fans dimanapun dia pergi. Ketika kita kerap mendengar artis-artis yang menuntut penghargaan dan fasilitas berlebihan untuk tampil di sebuah kota atau negara, apa yang dibuat Bluey terasa begitu menyejukkan.

Menyambung dua renungan terdahulu yang bersumber dari 1 Yohanes 2:15-16, hal ketiga yang patut kita waspadai adalah keangkuhan. Ketika kita berada dalam posisi yang tinggi dalam jabatan, ketika kita memiliki suatu kelebihan dibanding orang lain, baik dalam hal harta, kemampuan atau skill dan lain-lain, dosa keangkuhan ini diam-diam dapat menyelinap dalam diri kita. Keangkuhan dapat membutakan rohani, sehingga lupa bahwa semua yang ia dapat berasal dari berkat Tuhan, bukan atas kemampuannya semata. Betapa ironisnya jika orang yang diberkati Tuhan dengan talenta atau kemakmuran bukannya bersyukur dan semakin peduli, tapi malah menjadi sombong. Karena itulah sikap angkuh atau sombong menjadi salah satu dari tujuh hal yang dibenci Tuhan seperti yang diuraikan Salomo dalam Amsal 6:16-17. "Enam perkara ini yang dibenci TUHAN, bahkan, tujuh perkara yang menjadi kekejian bagi hati-Nya:mata sombong...." Mata sombong dalam bahasa Inggrisnya disebutkan "Proud look", sikap yang meninggikan diri sendiri dan menganggap rendah orang lain.

Alkitab mencatat banyak kisah mengenai ketidaksukaan Tuhan terhadap keangkuhan. Mari kita lihat beberapa diantaranya. Kita lihat kisah raja Hizkia dalam kitab 2 Raja Raja dan 2 Tawarikh. Hizkia adalah seorang raja yang saleh yang punya hubungan dekat dengan Tuhan. Hizkia dikenal selalu berpaut pada Tuhan dan berpegang pada perintah-perintah Tuhan sehingga dikatakan bahwa tidak ada lagi yang sama seperti dia diantara raja-raja Yehuda. (2 Raja Raja 18:5-6). Sayangnya ditengah kelimpahan berkat Tuhan yang selalu menyertainya, Hizkia sempat jatuh dalam keangkuhan. Akibatnya hampir saja Yehuda dan Yerusalem ditimpa murka Allah. Untunglah Hizkia cepat sadar akan keangkuhannya sehingga murka Allah tidak sampai menimpa bangsa yang dipimpin Hizkia pada masa pemerintahannya (2 Tawarikh 32:25-26). Dari ksah lain, mari kita lihat apa yang terjadi pada raja Nebukadnezar dalam kitab Daniel. Keangkuhan yang membuat Nebukanedzar meninggikan diri diganjar Tuhan dengan membuat dirinya menjadi seperti lembu hingga tujuh masa. (Daniel 4:1-37).

Keangkuhan sangatlah berlawanan dengan kerendahan hati yang menjadi ciri khas kekristenan. Allah pun sangat menentang keangkuhan. "Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar dari pada itu. Karena itu Ia katakan: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati."(Yakobus 4:6) Ketinggian hati akibat keangkuhan membuat orang menolak bergantung pada Allah dan memberikan kepada diri sendiri kehormatan yang seharusnya diberikan pada Tuhan. Seperti halnya keinginan daging dan keinginan mata, perkara keangkuhan pun dapat membuat kita tersandung dalam proses "under construction" kita. Ada banyak dosa mengintip dari kesombongan, dan Tuhan sangat membenci sikap ini. Kita harus terus meneladani perilaku Kristus yang melayani siapapun dengan penuh kasih. Tidak ada tempat bagi keangkuhan dalam kasih. "Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong." (1 korintus 13:4). Ketika kita mendapat limpahan berkat baik dari segi kemakmuran, ketrampilan maupun talenta, bersyukurlah pada Tuhan dan pakailah itu untuk memberkati sesama. Hindari sikap sombong dalam keadaan apapun, dalam alasan apapun. Marilah kita semua belajar hidup rendah hati dan penuh kasih seperti Kristus.

Seperti padi, semakin berisi semakin merunduk, demikianlah kita harus tetap rendah diri dan menghindari keangkuhan.

Wednesday, October 22, 2008

Mewaspadai Tiga Hal : Keinginan Mata

Sambungan dari renungan semalam.....be blessed

Ayat bacaan:
Amsal 27:20
========================
"Dunia orang mati dan kebinasaan tak akan puas, demikianlah mata manusia tak akan puas."

keinginan mata,mewaspadai tiga hal, 1 Yohanes 2:15-16Melanjutkan renungan kemarin yang bersumber dari 1 Yohanes 2:15-16, hal kedua yang patut kita waspadai selain keinginan daging adalah keinginan mata. Bagi saya, mata adalah salah satu anugrah yang indah. Dengan mata saya bisa memandang, melihat keindahan ciptaan Tuhan, paduan-paduan warna dalam segala hal dan keindahan lainnya. Saya bekerja di dunia desain web dan grafis, sehingga fungsi mata sangatlah vital bagi saya. Mata memang memungkinkan kita untuk menikmati banyak hal secara visual, tetapi bila tidak dijaga, mata bisa mendatangkan keinginan-keinginan yang bisa menjadi pintu masuk bagi dosa-dosa untuk mencengkram dan menjerumuskan kita. Ada salah seorang murid saya yang bercerita bahwa dia baru saja menghabiskan hampir setengah dari gajinya dalam beberapa jam. Dia pergi ke mal hanya karena iseng sepulang kerja, tanpa keperluan membeli kebutuhan apa-apa. Disana dia melakukan "window shopping", melihat-lihat etalase dan apa yang ditawarkan berbagai butik. Karena tidak tahan melihat produk-produk yang menarik, katanya, dia pun mulai membeli ini dan itu, dan ketika dia sadar, ternyata hampir setengah dari gajinya habis dipakai untuk membeli barang yang sebenarnya tidak begitu ia butuhkan. "Nyesal banget rasanya.." begitu katanya sambil tersenyum kecut.

Ada pepatah yang mengatakan bahwa "mata adalah jendela hati yang menyimpan seribu cerita". Apa yang dirasakan hati kita bisa tercermin dari mata. Selanjutnya ada pula pepatah yang mengatakan "dari mata turun ke hati", menunjukkan betapa mata punya koneksi erat dengan hati yang menyimpan keinginan, hasrat dan perasaan. Apa yang kita lihat bisa menimbulkan berbagai keinginan, yang jika tidak kita jaga dapat membuat kita tersandung dalam proses "under construction" kita. Ada banyak orang yang akhirnya tergoda untuk korupsi karena tidak tahan melihat kilapnya mobil tetangga atau rekan sekerja. Ada yang sulit menabung bahkan jadi berhutang karena ingin menyamai gaya hidup teman-temannya. Ada yang seperti murid saya di atas, sulit mengendalikan diri dari godaan mata. Kita mendengar banyak berita perkosaan yang diawali dari menonton film porno. Semua ini berhubungan dengan mata, sebagai awal kejatuhan orang dalam dosa.

Kemarin kita sudah melihat apa yang terjadi pada Daud yang berzinah dengan Batsyeba. Hal itu diawali lewat mata ketika Daud mengintip Batsyeba mandi. Dari kisah lain dalam kitab1 Raja Raja 21, kita bisa melihat kisah raja Ahab yang menginginkan kebun anggur milik Nabot. Ketika Nabot menolak karena kebun itu merupakan harta pusaka nenek moyang, raja Ahab pun termakan godaan istrinya Izebel untuk membunuh Nabot. Akibatnya pun cukup fatal. Apa yang dilakukan Ahab merupakan hal yang jahat di mata Tuhan. (1 Raja Raja 21:25). Keinginan mata bisa membuat kita serakah ingin menguasai harta orang lain, atau menghamba pada harta agar bisa memiliki harta benda yang mungkin belum saatnya kita miliki.

Salomo berkata bahwa mata manusia tidak akan pernah puas. Apa yang dimunculkan oleh keinginan mata bisa meracuni hati kita dengan berbagai keinginan yang tidak pada tempatnya. Tidak semua yang diinginkan mata mendatangkan manfaat bagi kita, bahkan bisa menjebak kita untuk tidak lagi hidup sesuai kehendak Allah. Mata perlu kita awasi dan tunduk dalam hukum Roh. Jika keinginan mata mulai menggoda, berdoalah seperti pemazmur "Lalukanlah mataku dari pada melihat hal yang hampa, hidupkanlah aku dengan jalan-jalan yang Kautunjukkan!" (Mazmur 119:37) Mari kita selalu menjaga mata kita dari berbagai keinginan-keinginan yang sifatnya duniawi agar kita tidak tersandung dan bisa berhasil dibangun hingga akhir.

Mata bisa membutakan hati untuk menginginkan banyak hal yang menjerumuskan kita dalam dosa

Tuesday, October 21, 2008

Mewaspadai Tiga Hal : Keinginan Daging

Adapted from: Renungan Harian Online

Ayat bacaan: Roma 8:7

"Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya."

keinginan daging, mewaspadai tiga hal, 1 Yohanes 2:15-16Kemarin saya berbicara tentang perjalanan kehidupan kita yang tetap mengalami proses pembentukan (under construction) hingga akhir. Kita harus senantiasa menjaga diri kita agar tidak tersandung dalam perjalanan, agar kita bisa mencapai akhir dari proses (end of construction) dengan gilang gemilang. Tadi malam saya diingatkan Tuhan akan sebuah ayat yang merupakan kelanjutan dari proses ini.

"Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia." (1 Yohanes 2:15-16)
.

Ada 3 perkara seperti yang saya beri cetak tebal dari ayat diatas yang bisa menjadi jendela masuknya pengaruh-pengaruh iblis yang dapat membuat kita terbelenggu dosa. Selama tiga hari kedepan, kita akan melihat hal ini satu persatu. Hari ini renungan dimulai dari poin pertama, keinginan daging.

Apa saja yang menjadi keinginan daging? Keinginan atau perbuatan daging adalah rupa-rupa keinginan yang berasal dari tubuh kita, penuh jebakan yang sangat menggoda dan sangat berpotensi untuk membuat manusia jatuh dalam dosa. Surat Paulus pada jemaat di Galatia menjabarkan dengan jelas apa yang dimaksud dengan keinginan daging. "Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya." (Galatia 5:19-21) Keinginan daging ini tidak hanya merusak orang dunia, tapi dunia pelayanan kekristenan pun mendapat ancaman yang sama. Jika kita lihat, banyak hamba-hamba Tuhan yang sudah aktif melayani masih juga terikat dengan berbagai keinginan daging. Ada diantara mereka yang jatuh akibat dosa selingkuh, korupsi, minum minuman keras dan sebagainya. Beberapa dari keinginan-keinginan daging ini sepintas terlihat nikmat dan mungkin tidak terlihat sebagai sebuah dosa besar, akibatnya banyak orang yang memberi toleransi terhadap masuknya dosa dan menganggap bahwa hal itu hanyalah sebuah dosa kecil yang sepele. Tanpa disadari dosa kecil itu bisa menjadi pintu masuk bagi berbagai dosa selanjutnya yang berakibat fatal dan mampu menjatuhkan kita.

Alkitab memberi banyak contoh kejatuhan pelayan-pelayan Tuhan akibat terjerumus dalam keinginan daging. Misalnya imam besar Eli (1 Samuel 2:11-17) atau Simson yang jatuh akibat godaan Delila (Hakim Hakim 13-17). Daud seorang yang berkenan di hati Allah pun tidak luput dari dosa akibat keinginan daging. Lihat apa yang terjadi ketika Daud menyuruh Yoab dan seluruh orang Israel pergi berperang sementara ia santai-santai di istana. Apa akibatnya? Ketika itulah Daud mengintip Batsyeba mandi, dan selanjutnya berzinah, bahkan sampai membunuh Uria, suami Batsyeba. Kisah ini dapat dibaca pada 2 Samuel 11. Bagaimana pandangan Tuhan mengenai perbuatan Daud? "Tetapi hal yang telah dilakukan Daud itu adalah jahat di mata TUHAN." (2 Samuel 11:27). Ada banyak lagi contoh kejatuhan tokoh-tokoh alkitab yang disebabkan oleh keinginan daging, dan ini harusnya bisa menjadi pelajaran bagi kita bahwa tidak satupun dari kita yang bisa 100% kebal terhadap godaan kedangingan ini.

Kita harus terus melatih diri kita agar mampu hidup menurut Roh dan bukan daging. "Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera." (Roma 8:6). Paulus menulis bahwa menuruti keinginan daging berarti perseteruan terhadap Allah, dan siapapun yang hidup dalam daging tidak mungkin berkenan kepada Allah. (ay 7-8). Jika kita terus memberi kelonggaran untuk memenuhi berbagai keinginan daging, kita akan mati. Sebaliknya jika Roh lebih berkuasa dalam hidup kita, kita akan hidup. "Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup." (ay 13). Godaan akan selalu hadir untuk menjebak kita. Maka dari itu marilah kita tetap berjalan dalam Kristus yang mampu menjaga supaya kita tidak tersandung dan membawa kita menuju kegembiraan di hadapan kemuliaanNya. (Yudas 1:24)

Kita harus berjaga-jaga dari godaan keinginan daging yang menjadikan kita serupa dengan dunia ini

p/s: secara peribadi, sebagai seorang manusia biasa, saya juga seringkali digoda oleh keinginan daging....syukur kerana Tuhan terus menegur dan mengingatkan saya bahawa hal duniawi hanyalah sementara dan tiada nilainya. Kejarlah kerajaan Syurga yang nyata dan kekal..kerana Tuhan mengasihimu. Dia inginkan saya menjadi terang dan garam bagi Nya dan saya percaya anda juga demikian. Sekarang saya sedar bahawa saya selalu 'haus' untuk mencari wajah Tuhan dan rindu untuk terus menaikkan pujian bagi DIA.
Terima kasih Tuhan kerana kasih Mu dan janji Mu tidak pernah berubah.
May God bless everyone through this post. Amen!

Monday, October 6, 2008

Dari Perspektif Tuhan

Adapted from: Renungan Harian Online

Ayat bacaan:
Pengkotbah 3:11
"Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir."


melihat dari perspektif Tuhan, indah pada waktunyaPikiran saya melayang pada pengalaman beberapa tahun yang lalu ketika ibu saya sedang berada di ruang gawat darurat sebuah rumah sakit akibat kanker. Di saat pergumulan itu saya mengalami berbagai kesaksian luar biasa hingga bertemu dengan Yesus. Secara logika tentu saya berharap ibu saya dijamah Tuhan dan disembuhkan, namun Ibu saya tetap dipanggilNya. Apakah hal tersebut berarti Tuhan tidak mendengar doa saya, tidak mempedulikan iman saya? Tidak. Kenapa? Bayangkan pada saat itu adik dan ayah saya terus menerus pergi ke dukun dan menggunakan berbagai kuasa gelap agar ibu saya sembuh, dan apa yang terjadi jika saya waktu itu tidak dijamah Tuhan untuk membimbing ibu saya untuk bertobat dan memaafkan semua orang yang masih ia anggap sebagai ganjalan. Apa yang terjadi jika waktu itu saya tidak terus berperang melawan berbagai kuasa gelap yang terus menerus menghujani ibu saya? Mana yang lebih baik, sembuh dibawah kuasa iblis atau pulang ke rumah Bapa dalam keadaan bersih? Tuhan tahu apa yang terbaik, dan itu pasti.

Tuhan mengingatkan kita, "Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu." (Yesaya 55:9) Tapi kita harus percaya dengan iman teguh bahwa apa yang ia berikan kepada kita adalah yang terbaik buat kita, sesuatu yang indah pada waktunya. Kita harus percaya dan mengimani hal tersebut meskipun mungkin kita belum mengerti atau mungkin tidak pernah mengerti alasannya. Dengarkan janji Tuhan, "Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan." (Yeremia 29:11).

Biarlah kita mendengar suara Tuhan yang penuh kasih hari ini bahwa sesuatu yang tidak mengenakkan perlu dikerjakan dalam diri kita bukan untuk menyakiti kita, tapi untuk kebaikan kita, karena rencana Tuhan baik adanya. "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah." (Roma 8:28)


Tuhan tahu dan selalu memberikan yang terbaik buat kita, tepat pada waktunya, indah pada waktunya. Percayalah dengan iman penuh akan hal itu

Friday, September 19, 2008

Positive Thinking

Source:Renungan Harian Online

Membangun Sikap Positif

Ayat bacaan: Bilangan 13:27

"Mereka menceritakan kepadanya: "Kami sudah masuk ke negeri, ke mana kausuruh kami, dan memang negeri itu berlimpah-limpah susu dan madunya..."


membangun sikap positif berdasarkan iman teguh

Apa yang anda lihat dari gambar di sebelah kiri, gelas setengah kosong atau setengah penuh? Pertanyaan ini bisa dipakai sebagai sebuah tes kecil bagaimana sikap kita dalam memandang hidup. Orang yang punya pola pikir positif atau optimis akan melihatnya sebagai gelas yang setengah penuh, sebaliknya mereka yang pola pikirnya negatif atau pesimis akan melihatnya setengah kosong. Dalam sebuah gambar dengan kondisi yang sama, kesimpulan bisa berbeda, tergantung dari pola pikir yang mendasari diri seseorang.

Dalam sebuah kisah dalam kitab Bilangan, Musa mengutus 12 orang untuk mengintai tanah Kanaan, tanah yang dijanjikan Tuhan lewat Abraham (Kejadian 17:8). Hasil dari pengintaian mereka menyimpulkan hal yang sama: tanah yang dijanjikan Tuhan memang tanah yang makmur, berlimpah susu dan madunya. Sampai di sini kesimpulan yang diperoleh kedua belas pengintai adalah sama. Tapi selanjutnya terjadi perbedaan pendapat dengan persentase tidak sebanding. 10 orang berkata bahwa bangsa yang tinggal disana adalah raksasa-raksasa yang jauh lebih kuat, menjadikan bangsa Israel hanya seperti belalang kecilnya dibanding mereka. "There's no chance.." itu kata 10 orang. Hanya Kaleb dan Yosua yang berpandangan beda dengan iman yang teguh pada Tuhan. Karena tanah itu adalah tanah yang dijanjikan Tuhan, maka ada penyertaan Tuhan yang akan membuat mereka PASTI (bukan mungkin atau mudah-mudahan) mampu menduduki tanah terjanji itu. Dua belas pasang mata mengarah pada satu tempat yang sama selama 40 hari, kesimpulan akhir yang didapat berbeda. Sayangnya suara terbanyak yang pesimis lah yang akhirnya didengar. Akibatnya adalah sebuah keputusan yang fatal: mereka harus berputar-putar di padang gurun selama 40 tahun sebelum akhirnya bisa memasuki Kanaan. 

Sebuah fakta lain, diantara orang-orang yang ketika itu sudah dewasa sebelum mengalami 40 tahun di padang gurun, hanya Yosua dan Kaleb lah yang akhirnya mampu memasuki tanah Kanaan. Jika kita fokus pada Kaleb, kita melihat bahwa Kaleb mempunyai sikap positif dengan dasar iman teguh yang percaya sepenuhnya pada Tuhan. Ketika ia diutus untuk mengintai ia masih berusia 40 tahun. 45 tahun berikutnya, ketika usianya telah menginjak 85 tahun ia masih tetap bersikap sama, tetap percaya penuh pada Tuhan. Pada usia 85 tahun dia masih siap dengan semangat tinggi untuk menduduki Hebron yang banyak raksasanya. 40 tahun berada di padang gurun tidak sedikitpun meruntuhkan imannya. 

Kaleb memiliki mental seorang pemenang, penuh sikap positif karena imannya sangat kokoh. "Jadi sekarang, sesungguhnya TUHAN telah memelihara hidupku, seperti yang dijanjikan-Nya. Kini sudah empat puluh lima tahun lamanya, sejak diucapkan TUHAN firman itu kepada Musa, dan selama itu orang Israel mengembara di padang gurun. Jadi sekarang, telah berumur delapan puluh lima tahun aku hari ini;pada waktu ini aku masih sama kuat seperti pada waktu aku disuruh Musa; seperti kekuatanku pada waktu itu demikianlah kekuatanku sekarang untuk berperang dan untuk keluar masuk." (Yosua 14:10-11)

Kita tentu sudah sering mendengar janji-janji Tuhan mengenai hidup yang kekal, perlindungan dari bahaya, kelepasan dari kesesakan dan lain-lain. Semua itu tidaklah asing bagi kita. Tapi seberapa banyak diantara kita yang bisa bersikap seperti Kaleb? Apakah kita mampu selalu menghadapi setiap permasalahan dengan sikap positif, mempercayai semua janji Tuhan secara penuh seperti halnya Kaleb atau kita masih lebih banyak bersikap pesimis dan hidup penuh ketidakpastian? Lihatlah bahwa pandangan pesimis dari 10 orang pengintai bukan saja berakibat hanya pada mereka, tapi juga berdampak pada konsekuensi yang harus ditanggung seluruh bangsa Israel. Belajarlah dari sikap positif Kaleb karena sikap tersebut akan memberikan perbedaan yang signifikan bukan saja kepada diri sendiri, tapi juga pada orang lain.Mari kita belajar memandang gelas di atas sebagai gelas yang setengah penuh, bukan setengah kosong.

Iman yang teguh membangun sikap positif yang menyehatkan